Aktivitas Warga Kembali Normal, Kualitas Udara Jakarta Masuk Posisi 5 Terburuk di Dunia

- 17 April 2024, 18:20 WIB
Udara Jakarta
Udara Jakarta /Greenpeace/

 

Layar Berita - Aktivitas warga Jakarta mulai kembali berjalan, dan sebagian wilayah mulai kembali macet.  Kondisi ini menyebabkan kualitas udara di Jakarta mengalami penurunan signifikan setelah libur Lebaran.

Menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada hari ini, Rabu 17 April 2024 pagi, Jakarta masuk dalam daftar lima kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 151. Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat, dengan tingkat fokus pada partikel halus (particulate matter/PM) 2.5. 

Baca Juga: Ayo Daftar! Kominfo Resmi Membuka Registrasi Peliput World Water Forum ke-10 di Bali

Hal ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari tersebut.

Kota-kota lain yang berada di posisi teratas sebagai kota dengan kualitas udara terburuk adalah Kathmandu, Nepal (AQI 156), Hanoi, Vietnam (AQI 156), Yangon, Myanmar (AQI 154), dan Chiang Mai, Thailand (AQI 153).

Sementara itu, berdasarkan Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta (silika.jakarta.go.id), mencatat kualitas udara di Jakarta secara keseluruhan masih berada pada kategori sedang.

Tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika.

Halaman:

Editor: Agustiar

Sumber: Tribrata News


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah