Pro Kontra Tidak Wajibnya Kegiatan Ekstrakurikuler Gerakan Pramuka di Sekolah

- 21 Mei 2024, 18:09 WIB
Salsabila Nur Safitri
Salsabila Nur Safitri /dok/ist

 

Layar Berita - Seperti yang telah kita ketahui bahwa Nadiem Makarim, sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) mencanangkan program Pramuka, yang nantinya siswa tidak diwajibkan lagi untuk dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Hal ini diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Pendidikan Kepramukaan, mengatur bahwa keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka.

Namun sayangnya, kebijakan ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Mulai dari adanya mispersepsi bahwa gerakan Pramuka dihapus, ataupun beberapa pihak yang masih menginginkan bahwa gerakan Pramuka ini harus tetap digalakkan.

Baca Juga: Ternyata! Ini Sejarah dan Gerakannya Rumah Tahfidz di Indonesia

Sejauh ini menurut Salsabila Nur Safitri mahasiswi Taruna Madya Politeknik Ilmu Pemasyarakatan Angkatan 57, Prodi Manajemen Pemasyarakatan, Peraturan Mendikbud Ristek menghasilkan opini positif dan juga negatif dalam menanggapinya.

Opini Positif tentang Penghapusan Pramuka

Ilustrasi
Ilustrasi net

Seperti yang telah diketahui bahwa sebelumnya, hingga detik ini seluruh siswa masih diwajibkan untuk dapat mengikuti ekstrakurikuler Pramuka di tiap-tiap sekolahnya, baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA.

Siswa bisa memilih sesuai minat dan bakat. Siswa yang memang berminat akan lebih bersemangat mengikuti kegiatan Pramuka. Mencegah kegiatan Pramuka terasa seperti beban.

Halaman:

Editor: Agustiar


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah