Ternyata! Ini Sejarah dan Gerakannya Rumah Tahfidz di Indonesia

- 21 Mei 2024, 12:27 WIB
BUku Histori Rumah Tahzh
BUku Histori Rumah Tahzh /dok/daarut tarmizi

 

Layar Berita - Pada awal tahun 2000-an, rilis survei yang dilakukan oleh PTIQ dan diungkap oleh Kementerian Agama terkait buta huruf Al-Quran di Indonesia, datanya cukup mencengangkan. 

Temuan survei tersebut mencatat, sebanyak 70 persen muslim di Indonesia mengalami buta baca Al-Quran. Buta baca ini tidak sama halnya dengan pembacaan soal huruf hijaiyah, melainkan cara membaca Al-Quran sesuai hukum bacaannya. 

Ini jelas mengejutkan banyak pihak mengingat saat itu Indonesia adalah negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbanyak di dunia. Temuan tersebut pun dijadikan pijakan oleh banyak organisasi dan ulama untuk mencari solusi. 

Baca Juga: Ajang Ujian Tahfizh, Pondok Pesantren Daarut Tarmizi Gelar Tasmi' Disaksikan Wali Santri

Keresahan tersebut juga dirasakan oleh ustad Yusuf Mansur, dai muda asal Betawi yang setiap dakwahnya dikenal mengajak masyarakat untuk menghafal Al-Quran. Satu ikhtiarnya beliau mendirikan pondok pesantren Tahfidz Daarul Quran. 

Pondok ini berawal dari 8 santri yang mengaji dan menghafal bersama di saung depan rumahnya. Lalu berkembang hingga dipindahkan ke Bulak Santri. Saat itu Ia mengajak orang tua untuk masuk ke pondoknya. Biayanya gratis yang diambil dari infak dan sedekah masyarakat. 

Perlahan beliau menyadari jika menunggu banyak pesantren tahfizh, maka proses mencetak penghafal Al-Quran akan memakan waktu lama. Lalu secara spontan dalam satu tayangan pengajian di televisi swasta, Ia mengajak masyarakat untuk membuat rumah tahfidz. Ini semacam pesantren mini dan upgrade dari TPA yang saat itu juga sudah menjamur di masyarakat. 

Dalam bayangannya, rumah tahfidz ini nantinya bertempat di satu rumah, bisa di komplek, perkampungan dan lainnya, yang diasuh oleh satu orang ustadz yang juga penghafal Al-Quran. Setiap harinya para santri ini tidak hanya belajar membaca Al-Quran sesuai hukum bacaan, tetapi juga menghafal dan menyetorkannya. 

Halaman:

Editor: Agustiar


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah