Gegara Tunggak Pajak Rp250 Miliar, Mal Centre Point Medan Disegel Bobby Nasution

- 16 Mei 2024, 00:12 WIB
Pemko Medan melakukan penyegelan terhadap Mal Centre Point
Pemko Medan melakukan penyegelan terhadap Mal Centre Point /Dok/pemko medan

 

Layar Berita – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, kembali menunjukkan sikap tegasnya terhadap penunggak pajak. Kali ini, Mal Centre Point yang terletak di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur, disegel oleh Bobby Nasution pada hari Rabu 15 Mei 2024.

Penyegelan dilakukan karena Mal Centre Point menunggak pajak ke Pemko Medan sebesar Rp250 miliar lebih. Penyegelan dilakukan dengan cara penempelan stiker segel oleh Bobby Nasution di pintu masuk mal dan pemasangan spanduk bertuliskan ‘Bangunan Gedung Ini Ditutup/Disegel’.

Menurut Bobby Nasution, pemberitahuan dan imbauan sudah berulang kali disampaikan kepada pihak Mal Centre Point. Tunggakan pajak ini sudah ada sejak Mal Centre Point berdiri pada tahun 2011, dan hingga saat ini masih ada kewajiban yang belum dibayarkan sebesar Rp250 miliar.

Baca Juga: Ketika Orang Rimba Jambi Minta Dukungan Pengembangan Ekonomi Hijau

"Kita sudah berulang kali mengingatkan kepada pihak Mal Centre Point dimana memang ada tunggakan kewajiban mulai dari tahun 2011, mulai pertama sekali dibangun sampai hari ini masih ada kewajiban yang belum dibayarkan lebih dari Rp 250 miliar," kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga menyampaikan bahwa Pemko Medan sebelumnya telah bertemu dengan pihak PT. ACK selaku pengelola Mal Centre Point untuk membahas pembayaran tunggakan pajak tersebut. Pemko Medan memberikan deadline sampai dengan tanggal 15 Mei.

"Namun karena tidak dibayarkan juga sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan maka hari ini melakukan penyegelan," ujar Bobby Nasution.

Penyegelan ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. Pada tahun 2021, Mal Centre Point juga pernah disegel karena menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke Pemko Medan selama 10 tahun senilai Rp56 miliar. 

"Pada 2021 kemarin penagihan pajaknya PBB sudah mulai kita lakukan dan memang rutin dibayarkan setiap tahunnya, namun yang hari ini adalah izin-izin yang lain, karena ini kan kepemilikan tanah dan bangunannya berbeda," jelas Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga memastikan Mal Centre Point tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tidak pernah membayarkan retribusi sama sekali.

"Ini nggak ada IMB, retribusi tidak ada bayar sama sekali, ditambah lagi kan ada apartemennya jadi Rp 250 miliar, belum total keseluruhan," pungkas Bobby Nasution seraya mengatakan memberikan waktu sampai tanggal 30 Mei 2024 kepada PT. ACK untuk membayarkan kewajiban pajaknya.

"Tadi PT ACK memohonkan waktu sampai tanggal 30 ini, karena memang ini harus ada kesepakatan terlebih dahulu antara PT ACK sama PT KAI nya," tambah Bobby Nasution.

Sejak pagi, sejumlah aparat Pemko Medan bersama dengan personil TNI dan Polri telah berkumpul di halaman depan Mal Centre Point untuk melaksanakan apel gabungan. Usai apel gabungan, petugas dari Satpol PP Kota Medan melakukan himbauan ke dalam mal agar seluruh aktivitas dihentikan.

Penyegelan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Medan, Pj Sekda Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting, Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan, dan Camat Medan Timur.***

Editor: Agustiar

Sumber: pemkomedan.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah