Ketika Orang Rimba Jambi Minta Dukungan Pengembangan Ekonomi Hijau

- 1 Mei 2024, 18:14 WIB
Hutan Menyala yang kece ini ada di Serang, hidden gem yang cocok dikunjungi untuk healing.
Hutan Menyala yang kece ini ada di Serang, hidden gem yang cocok dikunjungi untuk healing. /Omah Jati Anyer

“Ketiko kito hopi depot uang untuk boli berai, beli gulo, kito ado jaminan pado pertanian, untuk pemakon kito, (Ketika kita tidak punya uang untuk membeli beras, membeli gula dengan pertanian kito ada jaminan untuk kebutuhan harian,” kata Tumenggung Njalo.

Tumenggung di kelompok ini, menyebutkan Orang Rimba makin aktif dalam mengelola hasil hutan bukan kayu seperti rotan. 

“Kerajinan iyoi apo yang biso kami buat, kito buat, macam mano ado pembelinyo, (Kerajinan kami buat apa saja yang diajarkan pada kami kami buat, tapi kami perlu ada yang membelinya),” kata Njalo.

Kendala dan tantangan Orang Rimba dalam pengembangan ekonomi, menjadi bahan yang diperbincangkan dalam kegiatan Community Dialog, Aksi Bersama Untuk Jambi, Masyarakat Sejahtera Hutan terpelihara yang diselenggarakan di Ruang Mayang Mangurai Bappeda Jambi, Selasa, 30 April 2024. 

Hadir dalam kegiatan ini, masyarakat yang telah mengelola potensi sumberdaya alam berbasis potensi melalui kegiatan pengembangan ekonomi hijau.

Dalam kegiatan ini, masyarakat menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan dalam mengelola sumber daya alam, dan meminta dukungan para pihak atas aktifitas yang mereka lakukan.  

Hal ini untuk berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim sekaligus beradaptasi dengan perubahan- perubahan yang terjadi. Untuk mencapai kegiatan ini tentu membutuhkan kolaborasi dan dukungan banyak pihak.

Direktur KKI Warsi Adi Junedi, menyebutkan pengembangan ekonomi hijau merupakan upaya untuk mengendalikan perubahan iklim. Untuk itu sinergi dan kolaborasi antar pihak dalam mengelola sumber daya alam sangat penting dilakukan.

“Dalam pendampingan masyarakat dari penggalian potensi hingga mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dipantik dengan menggunakan konten audio visual,” ujar Adi Junedi Direktur KKI Warsi.

Konten video yang memuat aneka tutorial mengelola sumber daya alam. Kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan pelatih profesional ke tengah masyarakat. Sehingga bisa mempraktikkan langsung pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan potensi yang dimiliki. 

Halaman:

Editor: Agustiar


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah