Waspadai! Mengorok Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung, Stroke dan Diabetes?

- 25 Mei 2024, 06:15 WIB
Ilustrasi Tidur
Ilustrasi Tidur /pixabay

 

Layar Berita - Menurut data dari World Health Organization, penyakit jantung koroner dan stroke bersama-sama bertanggung jawab atas lebih dari 15 juta kematian setiap tahun secara global, menjadikannya penyebab kematian nomor satu di dunia.

Di antara berbagai faktor risiko penyakit jantung, beberapa seperti kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi dan merokok mungkin sudah umum dikenali. Namun, ada juga penyebab penting lainnya yang sering kali terlewatkan, yaitu mengorok disertai Henti Nafas, atau istilah medisnya Obstructive Sleep Apnea (OSA). 

OSA adalah gangguan tidur di mana individu mengalami berhenti nafas berulang selama tidur, yang seringkali disertai dengan mengorok keras. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 26% populasi dewasa mungkin menderita OSA, dengan mayoritas kasus yang tidak terdiagnosis karena banyak orang yang mengalaminya tidak menyadari gejala mereka.

Baca Juga: Waspadai Musim Hujan dan Banjir! Leptospirosis Diam-diam Mematikan Termasuk di Indonesia

Tulisan ini akan membahas secara mendalam tentang bagaimana OSA mempengaruhi kesehatan kita, khususnya kesehatan kardiovaskular dan mengapa penting untuk tidak mengabaikan gejala seperti mengorok dan henti nafas selama tidur. 

Hal yang akan dibahas dalam artikel ini antara lain: Apa yang dimaksud dengan OSA? Bagaimana Gejalanya? Bagaimana dampaknya terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi, atrial fibrilasi, dan gagal jantung.  Selain itu, artikel ini juga akan mengulas bagaimana diagnosis OSA ditegakkan dan dikelola sehingga risiko komplikasi jantung bisa dicegah.

Apa yang Terjadi Ketika Terjadi OSA?

Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah gangguan tidur yang serius, di mana individu mengalami penyumbatan berulang pada saluran napas atas selama tidur. Ini mengakibatkan henti napas berulang dan penurunan signifikan dalam aliran udara. 

Fenomena ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur tetapi juga mempengaruhi berbagai sistem di tubuh kita. Pemahaman mengenai apa yang apa yang terjadi terjadinya OSA diperlukan untuk memahami dampaknya.  

Halaman:

Editor: Agustiar

Sumber: ayosehat.kemkes.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah