Selamat Datang di Dunia Terapi Baru yang Berani Berbasis Asam Ribonukleat

- 21 Mei 2024, 21:42 WIB
Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin /dok/360info

Layar Berita - Para ilmuwan telah meneliti cara menggunakan RNA untuk tujuan medis selama lebih dari 40 tahun ketika pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020. Mereka sudah cukup berhasil dengan terapi RNA yang disetujui pada tahun 2018 untuk mengobati orang dengan penyakit keturunan langka polineuropati amiloid familial.

Bidang terapi RNA telah berkembang pesat selama 30 tahun terakhir, dan vaksin COVID-19 berbasis mRNA hanyalah permulaan. Ini adalah kasus pemilihan waktu yang tepat. Namun penggunaan RNA pada vaksin COVID Pfizer-BioNTech dan Moderna yang banyak digunakan menempatkan molekul tersebut pada tahap yang jauh lebih besar.

RNA adalah singkatan dari asam ribonukleat, anggap saja sebagai spin-off dari DNA atau asam deoksiribonukleat yang lebih terkenal. Semua manusia memiliki RNA yang terbentuk secara alami di dalam selnya, molekul ini sangat penting untuk pemeliharaan sel sehat sehari-hari dan bertindak sebagai sistem pesan internal sel.

Baca Juga: Ayo Kenali Apa itu Malaria: Gejala, Pencegahan dan Pengobatan

RNA adalah seperangkat instruksi yang diberikan oleh DNA, yang seperti bos di markas sel – nukleus. Instruksi RNA ini dikirim ke bagian pabrik sel – sitoplasma – untuk diikuti oleh mesin seluler. Bidang terapi berbasis RNA memungkinkan para ilmuwan menulis serangkaian instruksi mereka sendiri untuk diikuti oleh sel.

Berbagai jenis RNA untuk berbagai jenis terapi dikembangkan

Bisa dibilang, jenis RNA yang paling banyak dikenal orang adalah messenger RNA yang disingkat mRNA, yakni jenis RNA pengkode. Anggap saja seperti instruksi manual yang mengajarkan sel untuk membangun protein tertentu, mirip dengan apa yang Anda dapatkan untuk membuat furnitur datar seperti meja atau rak buku.

Menurut Emily Pilkington dan Rekha Shandre Mugan, yang merupakan peneliti di Monash Institute of Pharmaceutical Sciences, terapi mRNA mencakup vaksin COVID dari Moderna dan Pfizer-BioNTech , yang memberikan cetak biru pada sel untuk membuat salinan protein lonjakan SARS-CoV-2 mereka sendiri guna melatih sistem kekebalan manusia untuk mengenali dan bertahan melawan virus.

Alasan mengapa vaksin mRNA begitu dipuji adalah karena vaksin ini seringkali lebih murah dan lebih cepat dibuat dibandingkan vaksin tradisional, serta umumnya lebih aman dan efisien dalam menghasilkan respons imun.

Namun, vaksin mRNA tidak terbatas pada memerangi penyakit menular. Pada dasarnya vaksin adalah segala sesuatu yang melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan suatu hal.

Halaman:

Editor: Agustiar

Sumber: 360info.org


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah